Seorang ibu tiba-tiba masuk kedalam kamar anaknya “Ya
Allah... Fenny. Jam segini kamu masih belum tidur. Bukannya belajar malah
nonton Naruto. Naruto ka naruto. Mau jadi apa kamu nanti nak, kalo begini terus
kapan berubahnya nasib kita ini nak. Diinjek orang mulu, jadi orang susah
teruslah” mamanya Fenny tengah memarahi Fenny putri bungsunya yang berusia 24
tahun itu namun masih kuliah semester 3 jurusan Akuntansi di salah satu PTN
kenamaan. “ya ampun ma,,, baru jam dua gitu amat mah. lagian libur pun” ketus
Fenny. “baru kamu bilang!, ini loh jam dua malam. Bentar lagi matahari mau
terbit” sambung mama. Merasa dirinya takkan bisa menang melawan mamanya, Fenny
dengan lembut dan tersenyum manis berkata “ia ma... ini udah selesai kok”. “baju
untuk di bawa besok udah siap, perlengkapan yang penting2 udah dimasukin ke
tas? Awas jangan sampe lupa besok bisa berabe loh” ingat mama. “ya elah ma. Aku
loh Cuma mau daftar ulang. Bukan mau kuliah. Satu hari pun semuanya kelar kok.
Yang penting duit nya dibawa. Hehehe” jawab Fenny dengan gurau. “ya udah bobok
sana, besok kamu harus bangun pagi kan?” kata mama kemudian pergi meninggalkan
Fenny sendirian di dalam kamarnya. Kemudian fenny mematikan laptopnya,
mematikan lampu kamarnya dan tidur. Karena esok hari ia harus pergi ke Padang
untuk mendaftar ulang buat semester 4.
Sekarang Fenny tinggal di muara labuh bersama
orangtuanya. Setiap libur kuliah, Fenny selalu pulang ke Muara Labuh. “Fenny
cepat bangun, mandi gih nanti ditinggalin mobil loh” terdengar suara mama yang
membangunkan tidurnya. Fenny langsung berdiri, mengambil peralatan mandinya,
dan baju gantinya kemudian keluar dari kamarnya. Ketika tengah berjalan menuju
ke kamar mandi, mama bertanya “fenny kamu mau dibuatin sarapan gak?”. “gak usah
mah, tapi kalau maksa gak nolak kok” jawab Fenny dengan nada serius. Kemudian
Fenny masuk ke dalam kamar mandi dan mandi. Beberapa menit kemudian ia telah
selesai mandi. Ia pun berlalu menuju kamarnya. Memakai pakaian, make up, dan
hijab. Setelah selesai dengan dirinya, ia pun berjalan keluar kamarnya. “ini
nasi gorengnya udah siap makan dulu gih, apa perlu mama ambilin kipas angin
biar cepat dingin?” kata mama begitu melihat putri bungsunya keluar dari
kamarnya. Tanpa berkata apapun Fenny langsung mengambil nasi goreng itu dan
memakannya. “gimana mau diambilin kipas angin gak itu baru masak banget loh”
tanya mama lagi. Tak lama setelah itu terdengar suara Fenny menjerit. “hah!
Kenapa? Panas kan? Udah dari tadi dibilang mau diambilin kipas apa enggak kamunya
malah diem aja” kata mama yang terlihat begitu panik. “hahaha... aku becanda
kok” kata Fenny. “iiich nih anak suka banget ngerjain orangtua kualat loh” kata
mama ngambek. “iiii nih mama. Ntar kalo nggak aku kerjain malah mamanya lagi
yang kangen ku kerjain. Hehehe” ejek Fenny. “dikerjain kok kangen dasar anak
ini” kata mama dengan nada lebih pelan namun masih terdengar jelas oleh Fenny.
Tak berapa lama setelah Fenny menghabiskan sarapannya,
suara adzan subuh pun berkumandang. Terdengar suara mama dari dalam kamar mandi
“Fenny tadi waktu mandi kamu langsung wudhu kan? Cepet gih sholatnya ntar
ditinggalin mobil loh”. “ia mah” jawab Fenny sedikit berteriak sambil ia
mengenakan mukenanya. Begitu adzan selesai dikumandangkan, Fenny pun langsung
menyegerakan sholatnya. Ternyata benar, begitu ia selesai membereskan
mukenanya, mobil langganannya pun datang. Setelah mencium tangan kedua
orangtuanya, yaitu ritual wajib yang selalu dilakukan keluarga ini ketika ada
yang hendak berpergian, fenny pun masuk kedalam mobil. Kurang lebih tiga
setengah jam kemudian Fenny telah tiba di Padang. Semua rencananya hari ini
berjalan mulus tanpa hambatan dan selesai lebih cepat. Untuk menghabiskan
waktu, Fenny pergi kesebuah moll kenamaan di Padang. Beberapa jam kemudian,
Fenny memutuskan untuk pulang kembali ke Muara Labuh. Karena hari sudah senja,
Fenny memutuskan untuk pulang menggunakan Travel. Butuh dua jam untuk bermenung
diterminal sampai mobil penuh penumpang. Dikarnakan Fenny pelanggan tetap agen travel ini, mereka memberikan Fenny kursi tepat
dibelakang sopir. Karena hanya diposisi ini Fenny tidak akan mabuk.
Setelah penumpang penuh, pak sopir pun muncul kepermukaan
dan memasuki mobilnya. Sejurus kemudian ia menyalakan mesin mobilnya dan
melajukan mobil dalam keadaan normal pertama dihidupkan. Baru beberapa menit
mobil melaju, pak supir mengarahkan mobilnya ke pom bensin. Mengisi bensinya
full tank dan kembali melanjutkan perlajanan. Sepertinya dia bukan pak supir
idola Fenny. Karena ia melaju dengan sangat cepat. Mual rasanya ingin muntah,
padahal baru seperempat jalan. Tapi senja yang menjadi begitu gelap karena
hujan lebat inilah yang membuat diriku ketakutan. Aku takut mobil yang aku
tumpangi tergelincir dan... “aaaaa,,,” suara teriakan yang mendadak keluar
dengan begitu histeris. Yang Fenny rasakan adalah tiba-tiba dia seperti
mengambang ke atas. Jelas sekali itu terasa diperutnya. Dan seketika terasa
berat kebawah dan tubuhnya terbentur begitu keras ke kursi. Kemudian terbentur
kesana kemari. Sekali waktu tubuhnya membentur pintu dengan sangat keras hingga
membuat dirinya terpental keluar dari mobil beserta pintunya. Hal ini
dikarenakan bobot Fenny yang mencapai hampir 90 KG. Mobil yang tergelincir dan
jatuh kejurang ini berulang kali berputar hingga membuat mobilnya penyok tak berbentuk.
Sedang Fenny yang terbang bersama pintu, jatuh terpental jauh dan mendarat di
atas pohon, kemudian turun kedahan di bawahnya, dan seterusnya hingga berada
dibeberapa dahan terakhir. Yang membuat posisinya terbalik Fenny jatuh terlebih
dahulu dan disusul dengan pintu mobil yang kali ini sukses membuat kepalanya
yang terbentur berkali-kali jadi mengeluarkan darah yang sangat banyak. Hujan
deras membuat darahnya mengalir ketempat yang sangat jauh dari tubuhnya berada.
Hujan yang lebat membuat evakuasi kecelakaan ditunda
hingga esok pagi. Keesokkan harinya tim evakuasi datang, mereka mendapati
semuanya telah menjadi mayat yang penuh dengan luka dan lebam. Keadaan mobil
yang penyok membuat tim evakuasi mengalami sedikit kesulitan untuk mengevakuasi
beberapa korban. Namun ada kejanggalan dengan mobil ini. Meraka mendapati mobil
ini tidak memiliki pintu. Dilihat dari engsel pintu mobil, terlihat jelas kalau
pintu ini lepas secara paksa ketika mobil ini ringsek ke jurang. Namun mereka
memprioritaskan penumpang. Setelah semua penumpang berhasil dievakuasi dan
dibawa ke rumah sakit terdekat. Mereka langsung menggiring mobil keluar dari
jurang tersebut.
Pihak agen travel di panggil mengenai identitas korban.
Setelah agen travel melihat semua korban, ia berkata “pak masih kurang satu
pak”. “kurang satu? Ini semua yang ada di dalam mobil” jawab petugas. “ia tapi
mobil ini juga membawa penumpang seorang wanita bertubuh gemuk, mmm sangat
gemuk malah dan dia duduk dibelakang supir” terang agen travel. “tidak mungkin,,
tunggu pintu mobil!” kata petugas itu mengingat sesuatu. “pintu mobil?”
tanya agen travel bingung. “ia pertama kami tiba disana, kami tidak melihat pintu kanan mobil bagian belakang. Atau tepatnya belakang supir. Dan yah sepertinya ada kursi kosong yang tersisa. Tapi kami tidak menemukan apapun. Oh ia tolong sebarkan informasi kepada saudara korban untuk menjemput mereka kemari dan mengurus berkas2nya” perintah petugas itu yang kemudian langsung berlari keluar kamar mayat seperti telah menemukan sesuatu.
tanya agen travel bingung. “ia pertama kami tiba disana, kami tidak melihat pintu kanan mobil bagian belakang. Atau tepatnya belakang supir. Dan yah sepertinya ada kursi kosong yang tersisa. Tapi kami tidak menemukan apapun. Oh ia tolong sebarkan informasi kepada saudara korban untuk menjemput mereka kemari dan mengurus berkas2nya” perintah petugas itu yang kemudian langsung berlari keluar kamar mayat seperti telah menemukan sesuatu.
Petugas itu menelpon temannya, ia bertanya apakah mereka
telah menemukan pintu mobil yang hilang itu? Dan ia juga menyuruh mereka untuk
mencari mayat seorang wanita bertubuh gemuk yang kemungkinan letaknya tidak
jauh dari pintu mobil itu. Begitu perintah tersebar, seluruh petugas
mengerahkan seluruh tenaganya untuk mencari mayat seorang wanita bertubuh
tambun itu dan sebuah pintu mobil. Satu hari telah berlalu sejak evakuasi
dimulai. Dua hari, tiga hari, tapi mereka juga belum menemukan mayat atau pun
pintu mobil. Bahkan setelah seluruh mayat di kamar mayat telah dijemput
keluarga mereka, mayat wanita bertubuh tambun itu pun masih belum ditemukan.
Hingga akhirnya mereka memutuskan untuk mencarinya secara acak dan memperluas
area pencarian. Dalam dua hari setelah metode ini digunakan, mereka telah
menemukan pintu mobil yang cocok dengan mobil penyok itu. Lokasinya sekitar 500
meter dari mobil jatuh. Penemuan ini membuat semangat mereka semakin membara
untuk mencari mayat seorang wanita tambun. Disela pencarian “ech bang ini
bener2 aneh dech, kita kan udah ngehabisin waktu hampir 2 minggu buat ngelakuin
pencarian mayat, tapi kok kita gak dapet clue apa-apa sih?” tanya petugas 1.
“ia biasanya ya kalo mayat yang lebih dari 3 hari aja itu baunya bener bener
bikin perut loyo kan?” timpal petugas 2. “apa jangan-jangan dia itu sebenarnya
belum mati bang, trus ada warga yang menyelamatkan cewe itu bang” tambah
petugas 1. “jangna ngaco lu, kalo pun itu bener pasti orang itu udah ngasih tau
ke kita informasinya. Kan berita ini udah bener-bener gempar” timpal petugas 2
lagi. “ato jangan-jangan dia itu dimakan hantu atau penghuni hutan ini bang??”
tanya petugas satu lagi. “wah parah lu. Bener bener ngaco lu udah ach tutup
mulut lu trus cari mayatnya” perintah petugas 2. “tapi bang gimana lu bisa
ngejelasin soal pintu yang melayang jauh itu, kalau bukan hantu atau penghuni
hutan ini yang ngelakuinnya, siapa lagi coba? Bisa ajakan dia datang trus
ngebuka paksa tu pintu dan mengambil wanita itu. Trus dijadiin makan malam
mereka bang?” kata petugas 1 yang mulai ketakutan. “ya dan bentar lagi kalau lu
gak mau ngenutup mulut lu, elu yang gw jadiin makan malam” kata petugas 2. Dan
kemudian mereka melanjutkan pencarian.
“oooi di sini woi,, gw nemuin darah woi,,,” terdengar suara teriakan yang
lokasinya tidak begitu jauh dari lokasi ditemukannya pintu mobil tersebut.
Mendengar teriakan ini membuat seluruh petugas berlari menuju arah suara itu.
Salah satu dari mereka ada yang berlali terlalu cepat hingga membuat ia
terjatuh. Ia langsung duduk dan berbalik arah, merasa penasaran kenapa ia
jatuh. Ternyata ia melihat sebuah betis. Ia terdiam sejenak meredam rasa takut
sekaligus kaget. Tak lama ia berteriak “wooi,, mayatnya disini...”. semua orang
langsung berlari ketempat itu. Membersihkan mayat itu. Dan ternyata benar mayat
seorang wanita bertubuh tambun ditemukan. Ia mengenakan hijab berwarna merah
darah bermotif. Petugas langsung membawanya ke rumah sakit untuk melakukan
otopsi.
Lagi, agen travel dipanggil untuk memastikan kebenaran
korban adalah penumpang travel. Walau mukanya banyak lebab dan sedikit berubah,
namun pakaian yang dikenakan korban sangat unik seperti baju buatan sendiri
yang sangat mudah untuk dikenali. Hal ini membenarkan kalau mayat wanita
bertubuh tambun itu adalah penumpang mobil tersebut. Setelah dikonfirmasi
kebenarannya, pihak rumah sakit langsung melakukan otopsi. Betapa terkejutnya
dokter yang melakukan otopsi ketika ia samar samar merasakan adanya hembusan
dari hidung mayat wanita bertubuh tambun. Kali ini pemeriksaan agak berbeda.
Mereka memeriksa detak jantung, tekanan darah, dan serangkaian tes lainnya.
Ternyata didapati bahwa itu bukan mayat. Ia masih hidup. Pihak rumah sakit
langsung menghubungi pihak Jasa Raharja. Untuk penanganan selanjutnya.
Disamping itu, pihak rumah sakit juga telah memasukan foto wajah wanita
bertubuh tambun itu ke media. Namun tidak ada yang datang untuk memberi
tanggapan. Keterangan yang didapati dari pihak supir travel pun tidak ada yang
mengetahui secara pasti identitas wanita bertubuh tambun itu. Dari foto yang di
pos media memang tidak begitu jelas wajahnya seperti apa karena luka lebam yang
ada disekujur wajah dan tubuhnya hingga merubah bentuk wajahnya.
Karena tidak adanya orang yang datang meng-klaim keluarga
atau wali, proses asuransi menjadi terkendala. Dengan beberapa alasan pihak
rumah sakit memindahkan korban ke rumah sakit lain yang katanya lebih besar
dengan fasilitas yang lengkap. Namun begitu pihak rumah sakit tujuan mengetahui
kalau asuransinya belum di proses dan tidak ada penanggung jawabnya, mereka
hanya menerimanya beberapa hari lalu memindahkannya lagi. Begitu seterusnya hingga
keputusan dibuat, kalau korban akan menjadi milik negara dan diasuh dan dirawat
oleh negara hingga korban sembuh seperti sedia kala. Tak lama dana asuransi pun
cair. Penanganan dan pengobatan berjalan dengan lancar.
Dua bulan kemudian, pihak rumah sakit mengeluarkan nota
administrasi yang menyatakan berapa total yang harus dibayarkan. Ternyata
jumlah tersebut telah mencapai limit dana ketentuan asuransi. Namun keadaan
korban tidak membaik maupun memburuk. Dia seperti mayat hidup. Akhirnya pihak
asuransi dan rumah sakit bersepakat untuk meminta petunjuk dan bantuan kepada
pemerintah melalui dinas sosial. Tak lama surat balasan pun datang, mereka pun
menyetujui untuk pemberian dana pengobatan korban. Namun dana hanya diberikan
unutk kurun waktu 3 bulan kedepan saja. Dan pihak pemerintah harus melakukan
pengecekan dan kontrol keadaan korban. Jika ada harapan untuk sembuh bantuan
akan tetap diberikan, namun jika kemungkinan untuk sembuh tipis cendrung tidak
ada, maka bantuan akan diberhentikan dan pihak rumah sakit dipersilahkan untuk
menyatakan waktu kematian dan penguburan korban dengan selayaknya. Setelah didapati
persetujuan dana, pemerintah mengirim seorang petugas untuk mengontrol
keadaannya.
Seorang suster yang berada di meja resepsionis berteriak
memanggil seorang dokter senior pria yang kebetulan lewat di depannya. Dokter
itu pun berjalan mendekati suster. “ada apa?” tanya dokter begitu mendekati
meja resepsionis. “pak tadi ada telephon dari dinas sosial, katanya mereka akan
datang kesini untuk melihat korban kecelakaan itu, katanya mereka juga membawa
berkas dan dana untuk pembayaran biaya perawatan selanjutnya” terang suster.
“ooh, hemm, enak banget yah tu orang, duit banyak begitu aja mengalir ke dia”
kata dokter. “ia tapi percuma aja pak kalo punya duit banyak tapi kayak mayat
hidup gitu. Saya aja kalo ngecek tensinya susah banget ngedengerin denyut
nadinya.” Kata suster. “hehe, ia nanti kalo orang dinas itu datang saya akan
mencoba untuk mengajukan penghentian dana” kata dokter. “penghentian dana? Kan
mereka udah repot2 mengurus semuanya pak, kok dananya mau dihentikan?” tanya
suster bingung. “ia habis mau gimana lagi, selama 2 bulan dirawat disini, dia
sama sekali tidak menunjukkan perkembangan. Bahkan sering menunjukan
kemunduran. Trus buat apa kita mempertahankannya untuk hidup?? Lagian dia juga
tidak memiliki keluarga yang mengharapkannya untuk hidup” kata dokter sambil
berlalu meninggalkan meja resepsionis. “masa ada orang yang gak punya keluarga
sih. Dia pasti punya keluarga yang menyayangi dia, tapi hanya saja mereka tidak
disini dan bahkan mungkin sekarang kelurganya juga tengah panik mencari
dirinya” pikir suster itu.
BERSAMBUNG
Tidak ada komentar:
Posting Komentar